Rabu, 07 Agustus 2019
Senin, 05 Agustus 2019
Cerita inspiratif
Apakah Anda pernah mendengar Bernie Eccelestone?
Beliau adalah pendiri dari Formula One (F1) Group, sekaligus merangkap sebagai CEO selama 40 tahun. Mantap yah?
Suatu hari, Bernie berjalan keluar dari kantornya di Knightsbridge.
Saat melewati tempat yang agak sepi, beberapa orang menghadang. Mengepung Bernie.
Dia Dirampok!
Dipukul habis-habisan sampai babak belur. Mata sebelah kanannya bengkak menghitam.
Itu tidak seberapa, semua barang berharga yang dibawa lenyap dibawa perampok.
Termasuk jam tangan mewah berharga 4 milliar rupiah: Hublot.
Jika Anda sebagai Bernie, apa yang akan Anda lakukan?
Marah-marah kepada polisi? atau ngomel-ngomel memindahkan energi negatif karena kerampokan kepada anak istri?
Tapi Bernie tidak begitu.
Dia tidak akan jadi pengusaha Sukses jika perilakunya sama seperti Anda atau orang kebanyakan.
Yang Bernie lakukan cukup sederhana sekaligus aneh.
Dia meminta orang untuk memfoto wajahnya yang babak belur.
Mencetaknya dan mengirimkan kepada CEO Hublot, Jean Claude Biver.
Tidak lupa dia menuliskan sebuah pesan: "See what people will do for a Hublot".
Artinya: Lihat apa yang akan orang lakukan untuk memiliki Hublot!
Ini komplain yang sederhana dari Bos F1. Tapi tajam!
Orang kebanyakan, jika mendapatkan komplain negatif akan panik.
Matian-matian mencegah agar kisah buruk tidak sampai tersebar. Tapi CEO Hublot berbeda.
Dia malah meminta ijin kepada Bernie untuk membuat iklan dengan memasang fotonya yang babak belur sekaligus meminta agar Hublot menjadi jam resmi dari Formula 1.
Apa jadinya?
Setelah iklan itu diluncurkan, hasil penjualannya jam tangan Hublot meroket!
Asik yah?!
Bernie dirampok, malah dapat duit dari model iklan dan share penjualan jam.
Sementara CEO Hublot yang mendapat komplain dari Bos F1, malah berhasil mengubahnya menjadi iklan yang membawa untung besar.
#Inilah Seni MENGUBAH energi negatif menjadi POSITIF.
Apakah Anda pernah mendengar Bernie Eccelestone?
Beliau adalah pendiri dari Formula One (F1) Group, sekaligus merangkap sebagai CEO selama 40 tahun. Mantap yah?
Suatu hari, Bernie berjalan keluar dari kantornya di Knightsbridge.
Saat melewati tempat yang agak sepi, beberapa orang menghadang. Mengepung Bernie.
Dia Dirampok!
Dipukul habis-habisan sampai babak belur. Mata sebelah kanannya bengkak menghitam.
Itu tidak seberapa, semua barang berharga yang dibawa lenyap dibawa perampok.
Termasuk jam tangan mewah berharga 4 milliar rupiah: Hublot.
Jika Anda sebagai Bernie, apa yang akan Anda lakukan?
Marah-marah kepada polisi? atau ngomel-ngomel memindahkan energi negatif karena kerampokan kepada anak istri?
Tapi Bernie tidak begitu.
Dia tidak akan jadi pengusaha Sukses jika perilakunya sama seperti Anda atau orang kebanyakan.
Yang Bernie lakukan cukup sederhana sekaligus aneh.
Dia meminta orang untuk memfoto wajahnya yang babak belur.
Mencetaknya dan mengirimkan kepada CEO Hublot, Jean Claude Biver.
Tidak lupa dia menuliskan sebuah pesan: "See what people will do for a Hublot".
Artinya: Lihat apa yang akan orang lakukan untuk memiliki Hublot!
Ini komplain yang sederhana dari Bos F1. Tapi tajam!
Orang kebanyakan, jika mendapatkan komplain negatif akan panik.
Matian-matian mencegah agar kisah buruk tidak sampai tersebar. Tapi CEO Hublot berbeda.
Dia malah meminta ijin kepada Bernie untuk membuat iklan dengan memasang fotonya yang babak belur sekaligus meminta agar Hublot menjadi jam resmi dari Formula 1.
Apa jadinya?
Setelah iklan itu diluncurkan, hasil penjualannya jam tangan Hublot meroket!
Asik yah?!
Bernie dirampok, malah dapat duit dari model iklan dan share penjualan jam.
Sementara CEO Hublot yang mendapat komplain dari Bos F1, malah berhasil mengubahnya menjadi iklan yang membawa untung besar.
#Inilah Seni MENGUBAH energi negatif menjadi POSITIF.
MAAFKAN ISTRIKU.. AKU TERLAMBAT JATUH CINTA PADAMU
Rumah masih ramai setelah pulang dari pemakaman, kepalaku masih pusing karena tak bisa menahan tangis melihat jasad terakhir istriku dimasukkan ke liang lahat..
Aku makin tak bisa menahan airmata saat melihat anak-anak menangis memandangi tanah yang menimbun ibu mereka. Lama aku diam di pemakaman, mengingat kembali saat istriku masih ada.
Aku ingat semua dosaku, kesalahanku, mulut kasarku, ketidakpedulianku, bahkan yang paling aku ingat membiarkan dia berpikir sendiri tentang keuangan keluarga...
Aku pikir saat dipemakaman adalah momen tersedih yang aku alami sepanjang hidupku, ternyata itu belum apa-apa...
Banyak kepiluan lain yang membuatku hancur..
Putriku yang berusia 5 tahun beberapa kali berlari kekamar sambil memanggil ibunya. Sepertinya dia lupa bahwa ibunya telah tiada. Kemudian ia keluar lagi dengan wajah kecewa..
Malam berlalu tanpa aku bisa melelapkan mata sedetikpun.
Rasanya rumah ini sunyi dan hampa.. 😓
Hingga tibalah hari yang membuat aku amat sedih. Yaitu hari ketika anak-anak mulai masuk sekolah.
Pagi itu mereka semua sudah bangun, aku kebingungan, anak-anakku juga seperti bingung mau berbuat apa...
Biasanya pagi kami selalu dibangunkan, disuruh mandi dan disiapkan pakaian, dibuatkan sarapan dan kami berangkat dalam keadaan rapi dan perut yang sudah kenyang.
Hari ini kami hanya terdiam... Aku menyuruh anak-anak melihat makanan dikulkas tapi yang ada hanya bahan mentah. Rumah yang biasanya rapi nampak berantakan.
Aku pergi membeli sarapan untuk kami berempat. Saat membayar aku kaget uang 50 ribu tanpa kembalian. Padahal selama ini aku memberi uang 50 ribu kepada istriku cukup untuk makan kami sampai malam...
Kadang-kadang aku marah-marah kalau dia minta tambahan. Aku bawa sarapan pulang dan anak-anak sudah menunggu dimeja makan...
Sudah jam 7.30 biasanya mereka sudah diantar kesekolah semuanya dan diantar istriku berbarengan, sementara aku baru pulang beli sarapan. Dalam hati kalau terlambat semoga dimaklumi karena habis kemalangan.
Aku makin merasa kacau saat jam sudah menuju jam 8.00 dan anak-anak belum diantar semua...
Aku benar-benar kehilangan seorang dewa dalam rumah kami😢
Inikah yang selama ini dilakukan istriku...? Mengapa aku selalu menganggap dia tak ada kerjaan. Selalu menganggap sepele pekerjaan seorang ibu...??
Aku masih linglung ditempat kerja. Masih banyak teman-teman yang menghampiri mengucapkan belasungkawa..
Hingga aku ditelpon oleh walikelas anak ku yang masih TK katanya anak-anak sudah pulang tapi belum ada yang jemput, aku minta ijin pergi menjemput anak dan jam 12.00 anakku yang nomor 2 juga menelpon minta dijemput karena sudah pulang.
Selama ini aku tak tahu satupun jadwal mereka. Aku hanya bekerja dan tak peduli dengan itu semua. Anakku yang besar pulang jam 2.00 artinya aku tak bisa kembali ketempat kerja.
Sampai disekolah anakku, aku masih melihat didepan sekolah masih ada bekas darah saat istriku kecelakaan 3 hari lalu, kecelakaan yang serta merta merenggut nyawanya saat menjemput anak sulungku..😭
Sampai dirumah anak-anak nampak kelaparan. Ternyata aku tak tahu manajemen waktu sehebat almarhumah istriku.
Aku harus kewarung makan lagi untuk pergi membeli makan siang. Begitupun nantinya makan malam. Sehingga tidak kurang dari 200 ribu sampai malam. Aku berpikir ini baru 1 hari, bagaimana kalau 1 bulan. Gajiku tidak akan cukup untuk kami berempat...
Ya Tuhan
Indah sekali caramu menegurku...
Begitu kacaunya hidupku tanpa istriku, keuangan makin amburadul, anak-anak tak terurus, makanan favoritku tidak ada lagi. Rumah dan tanaman seperti hilang aura karena tak ada yang merawat dan membersihkan...
Aku masih sempat merasa wanita diluaran lebih cantik dari istriku...
Andai aku bisa menebus apapun yang telah aku lakukan kepada istriku selama ini..
aku ingin memperbaikinya... Aku ingin membantunya, menyayanginya sepenuh hati dan tak akan pernah berkata kasar kepadanya...
Dia begitu lelah setiap hari, tapi sepulang kerja aku masih sering membentaknya...
Saat dia minta tambahan belanja aku berkata kasar kepadanya...
Dia saat aku jadikan istri, rela berpisah dengan anggota keluarga besarnya, hidup susah payah dan sederhana denganku.
Maafkan aku istriku, andai aku bisa menebus semua kesalahanku, satu hari saja tanpamu kami seperti anak ayam kehilangan induknya. Berserakan...
Saat malam aku kembali menangis sejadi-jadinya..
Andai bisa kutebus, aku ingin menebus meski dengan nyawaku...
Aku mau dia yang hidup menjaga anak-anak dan biarlah aku yang menghadap-Mu.
Ini sangat berat bagiku apalagi bagi anak-anakku. Demikian do'a tengah malamku.
Jujur selama ini aku tak dekat dengan anak-anak. Mereka selalu bersama ibunya. Aku hanyalah kerja, pulang, tidur dan kerja lagi. Aku tak tahu apa-apa tentang urusan anak dan rumah..
Istriku sayang...
Aku berdoa semoga lelah mu jadi ibadah, semoga semua yang kau lakukan untuk kami membawamu ke Surga... Semoga engkau bahagia.
Kali ini aku benar-benar menangis tersedu-sedu sambil membayangkan wajahmu.
Kau tak pernah mengeluh dengan pekerjaanmu, kau tak pernah meminta sesuatu yang aku tak sanggup membelinya.
Kau jalani semua dengan sabar dan aku merasa belakangan jarang memperhatikanmu... Jarang bertanya bagaimana anak-anak kita, jarang bertanya bagaimana hari-harimu...
Kekasih hatiku...
Mengapa aku jatuh cinta padamu justru setelah engkau tiada...?
Tidak akan ada yang menggantikan dirimu dihatiku.
Mengapa rasa cinta ku padamu menggebu-gebu saat dirimu sudah berada dipusara..?.
Maafkan aku istriku...
Aku terlambat jatuh cinta padamu 😭😭
Kisah nyata ini untuk hikmah renungan bagi kita semua agar menghargai pasangan kita..
Biasanya kita baru menyadari arti keberadaan orang yang kita cintai .. disaat dia tak lagi ada bersama kita...
Rumah masih ramai setelah pulang dari pemakaman, kepalaku masih pusing karena tak bisa menahan tangis melihat jasad terakhir istriku dimasukkan ke liang lahat..
Aku makin tak bisa menahan airmata saat melihat anak-anak menangis memandangi tanah yang menimbun ibu mereka. Lama aku diam di pemakaman, mengingat kembali saat istriku masih ada.
Aku ingat semua dosaku, kesalahanku, mulut kasarku, ketidakpedulianku, bahkan yang paling aku ingat membiarkan dia berpikir sendiri tentang keuangan keluarga...
Aku pikir saat dipemakaman adalah momen tersedih yang aku alami sepanjang hidupku, ternyata itu belum apa-apa...
Banyak kepiluan lain yang membuatku hancur..
Putriku yang berusia 5 tahun beberapa kali berlari kekamar sambil memanggil ibunya. Sepertinya dia lupa bahwa ibunya telah tiada. Kemudian ia keluar lagi dengan wajah kecewa..
Malam berlalu tanpa aku bisa melelapkan mata sedetikpun.
Rasanya rumah ini sunyi dan hampa.. 😓
Hingga tibalah hari yang membuat aku amat sedih. Yaitu hari ketika anak-anak mulai masuk sekolah.
Pagi itu mereka semua sudah bangun, aku kebingungan, anak-anakku juga seperti bingung mau berbuat apa...
Biasanya pagi kami selalu dibangunkan, disuruh mandi dan disiapkan pakaian, dibuatkan sarapan dan kami berangkat dalam keadaan rapi dan perut yang sudah kenyang.
Hari ini kami hanya terdiam... Aku menyuruh anak-anak melihat makanan dikulkas tapi yang ada hanya bahan mentah. Rumah yang biasanya rapi nampak berantakan.
Aku pergi membeli sarapan untuk kami berempat. Saat membayar aku kaget uang 50 ribu tanpa kembalian. Padahal selama ini aku memberi uang 50 ribu kepada istriku cukup untuk makan kami sampai malam...
Kadang-kadang aku marah-marah kalau dia minta tambahan. Aku bawa sarapan pulang dan anak-anak sudah menunggu dimeja makan...
Sudah jam 7.30 biasanya mereka sudah diantar kesekolah semuanya dan diantar istriku berbarengan, sementara aku baru pulang beli sarapan. Dalam hati kalau terlambat semoga dimaklumi karena habis kemalangan.
Aku makin merasa kacau saat jam sudah menuju jam 8.00 dan anak-anak belum diantar semua...
Aku benar-benar kehilangan seorang dewa dalam rumah kami😢
Inikah yang selama ini dilakukan istriku...? Mengapa aku selalu menganggap dia tak ada kerjaan. Selalu menganggap sepele pekerjaan seorang ibu...??
Aku masih linglung ditempat kerja. Masih banyak teman-teman yang menghampiri mengucapkan belasungkawa..
Hingga aku ditelpon oleh walikelas anak ku yang masih TK katanya anak-anak sudah pulang tapi belum ada yang jemput, aku minta ijin pergi menjemput anak dan jam 12.00 anakku yang nomor 2 juga menelpon minta dijemput karena sudah pulang.
Selama ini aku tak tahu satupun jadwal mereka. Aku hanya bekerja dan tak peduli dengan itu semua. Anakku yang besar pulang jam 2.00 artinya aku tak bisa kembali ketempat kerja.
Sampai disekolah anakku, aku masih melihat didepan sekolah masih ada bekas darah saat istriku kecelakaan 3 hari lalu, kecelakaan yang serta merta merenggut nyawanya saat menjemput anak sulungku..😭
Sampai dirumah anak-anak nampak kelaparan. Ternyata aku tak tahu manajemen waktu sehebat almarhumah istriku.
Aku harus kewarung makan lagi untuk pergi membeli makan siang. Begitupun nantinya makan malam. Sehingga tidak kurang dari 200 ribu sampai malam. Aku berpikir ini baru 1 hari, bagaimana kalau 1 bulan. Gajiku tidak akan cukup untuk kami berempat...
Ya Tuhan
Indah sekali caramu menegurku...
Begitu kacaunya hidupku tanpa istriku, keuangan makin amburadul, anak-anak tak terurus, makanan favoritku tidak ada lagi. Rumah dan tanaman seperti hilang aura karena tak ada yang merawat dan membersihkan...
Aku masih sempat merasa wanita diluaran lebih cantik dari istriku...
Andai aku bisa menebus apapun yang telah aku lakukan kepada istriku selama ini..
aku ingin memperbaikinya... Aku ingin membantunya, menyayanginya sepenuh hati dan tak akan pernah berkata kasar kepadanya...
Dia begitu lelah setiap hari, tapi sepulang kerja aku masih sering membentaknya...
Saat dia minta tambahan belanja aku berkata kasar kepadanya...
Dia saat aku jadikan istri, rela berpisah dengan anggota keluarga besarnya, hidup susah payah dan sederhana denganku.
Maafkan aku istriku, andai aku bisa menebus semua kesalahanku, satu hari saja tanpamu kami seperti anak ayam kehilangan induknya. Berserakan...
Saat malam aku kembali menangis sejadi-jadinya..
Andai bisa kutebus, aku ingin menebus meski dengan nyawaku...
Aku mau dia yang hidup menjaga anak-anak dan biarlah aku yang menghadap-Mu.
Ini sangat berat bagiku apalagi bagi anak-anakku. Demikian do'a tengah malamku.
Jujur selama ini aku tak dekat dengan anak-anak. Mereka selalu bersama ibunya. Aku hanyalah kerja, pulang, tidur dan kerja lagi. Aku tak tahu apa-apa tentang urusan anak dan rumah..
Istriku sayang...
Aku berdoa semoga lelah mu jadi ibadah, semoga semua yang kau lakukan untuk kami membawamu ke Surga... Semoga engkau bahagia.
Kali ini aku benar-benar menangis tersedu-sedu sambil membayangkan wajahmu.
Kau tak pernah mengeluh dengan pekerjaanmu, kau tak pernah meminta sesuatu yang aku tak sanggup membelinya.
Kau jalani semua dengan sabar dan aku merasa belakangan jarang memperhatikanmu... Jarang bertanya bagaimana anak-anak kita, jarang bertanya bagaimana hari-harimu...
Kekasih hatiku...
Mengapa aku jatuh cinta padamu justru setelah engkau tiada...?
Tidak akan ada yang menggantikan dirimu dihatiku.
Mengapa rasa cinta ku padamu menggebu-gebu saat dirimu sudah berada dipusara..?.
Maafkan aku istriku...
Aku terlambat jatuh cinta padamu 😭😭
Kisah nyata ini untuk hikmah renungan bagi kita semua agar menghargai pasangan kita..
Biasanya kita baru menyadari arti keberadaan orang yang kita cintai .. disaat dia tak lagi ada bersama kita...
Selasa, 30 Juli 2019
Jumat, 24 Mei 2019
BOLEH PINTAR TAPI INTEGRITAS DAN KEJUJURAN adalah LEBIH PENTING
DUA belas tahun silam, seorang wanita dari Asia (tak usah sebut nama negaranya) datang ke Prancis untuk kuliah di salah satu universitas terkenal di Paris.
Dia memang cerdas, bahasa Prancis dan Inggris-nya juga sangat baik sehingga lulus seleksi.
Sejak mulai kuliah di hari pertama, dia perhatikan bahwa sistem transportasi di Paris menggunakan sistem otomatis.
Artinya, Anda beli tiket sesuai dengan tujuan melalui mesin.
Setiap perhentian kendaraan umum, memakai cara self-service dan jarang sekali diperiksa petugas.
Bahkan pemeriksaan insidentil oleh petugas pun hampir tidak ada, bukan karena manajemennya buruk tapi unsur _trust_ dan tertib sosial di sistem transportasi Kota Paris memang sudah baik.
Akhirnya lama kelamaan dia temukan kelemahan sistem ini, dan dengan kelihaiannya itu dia bisa naik transportasi umum tanpa harus beli tiket dan dia sudah memperhitungkan kemungkinan tertangkap petugas karena tidak beli tiket, sangat kecil.
Sejak itu, dia selalu naik kendaraan umum dengan tidak membayar tiket.
Ia justru menganggapnya sebagai salah satu cara penghematan sebagai mahasiswa miskin yang dengan cara apapun kalau bisa irit, ya diirit.
Dia bahkan merasa bangga karena dianggapnya itu sebagai kehebatan yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.
Empat tahun berlalu, perempuan muda itu pun tamat dengan cum laude dari fakultas favorit dan universitas ternama di Paris dengan angka indeks prestasi kumulatif (IPK) yang sangat bagus.
Hal itu membuat dirinya penuh percaya diri.
Setelah wisuda, gadis itu pun mulai mengajukan aplikasi surat lamaran kerja ke beberapa perusahan ternama di Paris.
Pada mulanya, semua perusahan yang dikirimi surat lamaran via email merespon dengan karena IPK-nya yang tinggi dan lulusan universitas top di Paris.
Tapi beberapa hari kemudian, semuanya menolaknya dengan berbagai alasan.
Hal ini terus terjadi berulang kali sampai akhirnya membuatnya merasa jengkel dan marah.
Dia bahkan sampai menuding perusahaan-perusahaan itu rasis karena tidak mau menerima warga negara asing meski lulus cum laude dari universitas ternama di Paris.
Akhirnya, pada suatu hari karena penasaran bercampur dongkol ia memutuskan untuk mengadukannya ke Departemen Tenaga Kerja Prancis di Paris.
Dia ingin melapor sekaligus ingin tahu kenapa perusahaan-perusahaan tersebut menolaknya.
Tapi, ketika bertemu dengan salah satu manager di kantor Depnaker Paris tersebut, ia mendapat penjelasan yang ia dapat di luar perkiraannya.
Berikut adalah dialog mereka :
Manager :
Nona, kami tidak rasis, sebaliknya kami sangat mementingkan Anda.
Pada saat anda mengajukan aplikasi pekerjaan di perusahan, kami sangat terkesan dengan nilai akademis dan pencapaian Anda.
Sesungguhnya, berdasarkan kemampuan, Anda sebenarnya adalah golongan pekerja yang kami cari-cari."
Nona :
Kalau begitu, kenapa perusahan-perusahaan tersebut tidak menerima saya bekerja?
Manager :
Jadi begini, setelah kami periksa di _database,_ kami menemukan data bahwa Nona pernah tiga kali kena sanksi tidak membayar tiket saat naik kendaraan umum.
Nona :
(kaget): Ya, saya mengakuinya. Tapi, apakah karena perkara kecil tersebut semua perusahaan boleh menolak saya?
Manager :
Perkara kecil?
Kami tidak menganggap itu perkara kecil, Nona.
Kami lihat di database, Anda pertama kali melanggar hukum terjadi di minggu pertama Anda masuk di negara ini.
Saat itu petugas percaya dengan penjelasan yang Anda bahwa Anda masih belum mengerti sistem transportasi umum di sini. Itu sebabnya kesalahan tersebut diampuni. Namun Anda tertangkap dua kali lagi setelah itu.
Nona:
Ohh, waktu itu karena tidak ada uang kecil saja.
Manager :
Tidak, tidak. Kami tidak bisa terima penjelasan Anda.
Jangan anggap kami bodoh. Kami yakin Anda telah melakukannya ratusan kali sebelum tertangkap.
Nona :
Well, baiklah. Tapi, itu kan bukan kesalahan mematikan ..'? Kenapa harus begitu serius? Lain kali saya perbaiki dan berubah kan masih bisa?
Manager :
Maaf, kami tidak menganggap demikian, Nona.
Perbuatan Anda membuktikan dua hal :
Pertama(1), Anda tidak mau mengikuti peraturan yang ada. Anda pintar mencari kelemahan dalam peraturan dan memanfaatkannya untuk diri sendiri.
Kedua(2), Anda tidak bisa dipercaya !
Nona, banyak pekerjaan di berbagai perusahaan di negara Prancis ini bergantung pada kepercayaan atau trust.
Jika Anda diberikan tanggung jawab atas tugas di sebuah wilayah, maka Anda akan diberikan kuasa yang besar.
Karena efisiensi biaya, kami tidak akan memakai sistem kontrol untuk mengawasi pekerjaanmu.
Hampir semua perusahan besar di Prancis ini mirip dengan sistem transportasi di negeri ini.
Oleh sebab itu, kami tidak bisa menerima Anda, Nona.
Dan saya berani katakan, di negara kami bahkan seluruh Eropa, tidak akan ada perusahan yang mau menggunakan jasa Anda.
Pada saat itu, wanita ini seperti tertampar dan terbangun dari mimpinya dan merasa sangat menyesal.
Tapi, penyesalan selalu datang terlambat ketika nasi sudah jadi bubur atau peristiwa buruk telah terjadi.
Perkataan manager yang terakhir membuat hatinya bergetar dan sangat menyesal.
Ia akhirnya terdiam seribu bahasa tidak bisa berkata apapun.
Sahabatku,
Ada pesan moral yang sangat berharga yang bisa kita petik dari kisah nyata mahasiswi pintar tersebut.
Moral dan etika (attitude) itu amat sangat penting, bahkan ditempatkan di atas kepintaran, kecerdasan atau kegeniusan.
Dalam kehidupan sosial, moral dan etika (attitude) seseorang bisa menutupi kekurangan IQ atau kepintaran intelektual.
Tetapi IQ atau kepintaran, bagaimanapun tingginya, tidak akan bisa menolong etika moral dan integritas yang buruk.
Samuel Johnson (1709-1784), sastrawan Inggris mengatakan:
Knowledge without integrity is dangerous and dreadful.
(Pengetahuan tanpa integritas pasti berbahaya dan mengerikan).
Clive S Lewis (1898-1963), profesor di Universitas Oxford dan penulis novel terkenal Inggris
mengatakan : Integritas adalah melakukan hal yang benar, ketika tidak ada yang melihat. (Integritas dan kejujuran adalah kekayaan paling jarang dimiliki manusia).
DUA belas tahun silam, seorang wanita dari Asia (tak usah sebut nama negaranya) datang ke Prancis untuk kuliah di salah satu universitas terkenal di Paris.
Dia memang cerdas, bahasa Prancis dan Inggris-nya juga sangat baik sehingga lulus seleksi.
Sejak mulai kuliah di hari pertama, dia perhatikan bahwa sistem transportasi di Paris menggunakan sistem otomatis.
Artinya, Anda beli tiket sesuai dengan tujuan melalui mesin.
Setiap perhentian kendaraan umum, memakai cara self-service dan jarang sekali diperiksa petugas.
Bahkan pemeriksaan insidentil oleh petugas pun hampir tidak ada, bukan karena manajemennya buruk tapi unsur _trust_ dan tertib sosial di sistem transportasi Kota Paris memang sudah baik.
Akhirnya lama kelamaan dia temukan kelemahan sistem ini, dan dengan kelihaiannya itu dia bisa naik transportasi umum tanpa harus beli tiket dan dia sudah memperhitungkan kemungkinan tertangkap petugas karena tidak beli tiket, sangat kecil.
Sejak itu, dia selalu naik kendaraan umum dengan tidak membayar tiket.
Ia justru menganggapnya sebagai salah satu cara penghematan sebagai mahasiswa miskin yang dengan cara apapun kalau bisa irit, ya diirit.
Dia bahkan merasa bangga karena dianggapnya itu sebagai kehebatan yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.
Empat tahun berlalu, perempuan muda itu pun tamat dengan cum laude dari fakultas favorit dan universitas ternama di Paris dengan angka indeks prestasi kumulatif (IPK) yang sangat bagus.
Hal itu membuat dirinya penuh percaya diri.
Setelah wisuda, gadis itu pun mulai mengajukan aplikasi surat lamaran kerja ke beberapa perusahan ternama di Paris.
Pada mulanya, semua perusahan yang dikirimi surat lamaran via email merespon dengan karena IPK-nya yang tinggi dan lulusan universitas top di Paris.
Tapi beberapa hari kemudian, semuanya menolaknya dengan berbagai alasan.
Hal ini terus terjadi berulang kali sampai akhirnya membuatnya merasa jengkel dan marah.
Dia bahkan sampai menuding perusahaan-perusahaan itu rasis karena tidak mau menerima warga negara asing meski lulus cum laude dari universitas ternama di Paris.
Akhirnya, pada suatu hari karena penasaran bercampur dongkol ia memutuskan untuk mengadukannya ke Departemen Tenaga Kerja Prancis di Paris.
Dia ingin melapor sekaligus ingin tahu kenapa perusahaan-perusahaan tersebut menolaknya.
Tapi, ketika bertemu dengan salah satu manager di kantor Depnaker Paris tersebut, ia mendapat penjelasan yang ia dapat di luar perkiraannya.
Berikut adalah dialog mereka :
Manager :
Nona, kami tidak rasis, sebaliknya kami sangat mementingkan Anda.
Pada saat anda mengajukan aplikasi pekerjaan di perusahan, kami sangat terkesan dengan nilai akademis dan pencapaian Anda.
Sesungguhnya, berdasarkan kemampuan, Anda sebenarnya adalah golongan pekerja yang kami cari-cari."
Nona :
Kalau begitu, kenapa perusahan-perusahaan tersebut tidak menerima saya bekerja?
Manager :
Jadi begini, setelah kami periksa di _database,_ kami menemukan data bahwa Nona pernah tiga kali kena sanksi tidak membayar tiket saat naik kendaraan umum.
Nona :
(kaget): Ya, saya mengakuinya. Tapi, apakah karena perkara kecil tersebut semua perusahaan boleh menolak saya?
Manager :
Perkara kecil?
Kami tidak menganggap itu perkara kecil, Nona.
Kami lihat di database, Anda pertama kali melanggar hukum terjadi di minggu pertama Anda masuk di negara ini.
Saat itu petugas percaya dengan penjelasan yang Anda bahwa Anda masih belum mengerti sistem transportasi umum di sini. Itu sebabnya kesalahan tersebut diampuni. Namun Anda tertangkap dua kali lagi setelah itu.
Nona:
Ohh, waktu itu karena tidak ada uang kecil saja.
Manager :
Tidak, tidak. Kami tidak bisa terima penjelasan Anda.
Jangan anggap kami bodoh. Kami yakin Anda telah melakukannya ratusan kali sebelum tertangkap.
Nona :
Well, baiklah. Tapi, itu kan bukan kesalahan mematikan ..'? Kenapa harus begitu serius? Lain kali saya perbaiki dan berubah kan masih bisa?
Manager :
Maaf, kami tidak menganggap demikian, Nona.
Perbuatan Anda membuktikan dua hal :
Pertama(1), Anda tidak mau mengikuti peraturan yang ada. Anda pintar mencari kelemahan dalam peraturan dan memanfaatkannya untuk diri sendiri.
Kedua(2), Anda tidak bisa dipercaya !
Nona, banyak pekerjaan di berbagai perusahaan di negara Prancis ini bergantung pada kepercayaan atau trust.
Jika Anda diberikan tanggung jawab atas tugas di sebuah wilayah, maka Anda akan diberikan kuasa yang besar.
Karena efisiensi biaya, kami tidak akan memakai sistem kontrol untuk mengawasi pekerjaanmu.
Hampir semua perusahan besar di Prancis ini mirip dengan sistem transportasi di negeri ini.
Oleh sebab itu, kami tidak bisa menerima Anda, Nona.
Dan saya berani katakan, di negara kami bahkan seluruh Eropa, tidak akan ada perusahan yang mau menggunakan jasa Anda.
Pada saat itu, wanita ini seperti tertampar dan terbangun dari mimpinya dan merasa sangat menyesal.
Tapi, penyesalan selalu datang terlambat ketika nasi sudah jadi bubur atau peristiwa buruk telah terjadi.
Perkataan manager yang terakhir membuat hatinya bergetar dan sangat menyesal.
Ia akhirnya terdiam seribu bahasa tidak bisa berkata apapun.
Sahabatku,
Ada pesan moral yang sangat berharga yang bisa kita petik dari kisah nyata mahasiswi pintar tersebut.
Moral dan etika (attitude) itu amat sangat penting, bahkan ditempatkan di atas kepintaran, kecerdasan atau kegeniusan.
Dalam kehidupan sosial, moral dan etika (attitude) seseorang bisa menutupi kekurangan IQ atau kepintaran intelektual.
Tetapi IQ atau kepintaran, bagaimanapun tingginya, tidak akan bisa menolong etika moral dan integritas yang buruk.
Samuel Johnson (1709-1784), sastrawan Inggris mengatakan:
Knowledge without integrity is dangerous and dreadful.
(Pengetahuan tanpa integritas pasti berbahaya dan mengerikan).
Clive S Lewis (1898-1963), profesor di Universitas Oxford dan penulis novel terkenal Inggris
mengatakan : Integritas adalah melakukan hal yang benar, ketika tidak ada yang melihat. (Integritas dan kejujuran adalah kekayaan paling jarang dimiliki manusia).
Sabtu, 18 Mei 2019
RENUNGAN BAGI YANG BELUM MEMPERSUNGGUH MEMBACA AL-QURAN
Dalam sebuah hadist diriwayatkan :
الْقُرْانُ شَافِعٌ مُشَفَّعٌ وَمَاحِلٌّ مُصَدَّقٌ مَنْ جَعَلَهُ اَمَامَهُ قَادَهُ اِلَي الْجَنَّةِ وَمَنْ جَعَلَهُ خَلْفَهُ سَاقَهُ اِلَي لنَّار :رواه حبن ولطبران
Artinya : Al-Quran adalah penyafaat yang disafaatkan dan pelapor yang dibenarkan, maka barangsiapa yang menjadikan Al-Quran didepan nya (diutamakan) maka Al-Quran akan menuntun nya menuju Surga, dan barangsiapa yang menjadikan Al-Quran dibelakang nya (dikesampingkan) maka Al-Quran akan menjerumuskan nya kedalam Neraka.
Orang yang mati awalnya tidak menyadari bahwa dirinya telah mati. Dia merasa dirinya sedang bermimpi mati. Dia melihat dirinya ditangisi, dimandikan, dikafani, disholati hingga diturunkan ke dalam kubur. Dia merasa dirinya sedang bermimpi saat dirinya ditimbun tanah. Dia berteriak-teriak tapi tidak ada yang mendengar teriakannya. Beberapa waktu kemudian aat semua sudah pulang meninggalkannya sendirian dibawah tanah. Allah kembalikan ruhnya. Dia membuka mata, dan terbangun dari "MIMPI” buruknya. Dia senang dan bersyukur, bahwa ternyata apa yang dia alami hanyalah sebuah mimpi buruk, dan kini dia sudah bangun dari tidurnya. Kemudian dia meraba badannya yang hanya diselimuti kain sambil bertanya kaget,
“Dimana bajuku...???Kmana celanaku...???” Lalu dia meraba sekelilingnya yang berupa tanah “Dimanakh aku...??? Tempat apa ini...??? Kenapa bau tanah dan lumpur...???” Kemudian dia mulai menyadari bahwa dia ada dibawah tanah, dan sebenarnya apa yang dialaminya bukanlah mimpi...!!! Dia sadar bahwa dirinya benar-benar telah mati. Berteriak lah dia sekeras-kerasnya, memanggil orang2 terdekatnya yang dianggap bisa menyelamatkan nya namun tidak ada seorang pun yg menjawab. Dia yang selama ini lupa pada Allah-pun ingat bahwa ALLAH adalah satu2nya harapan. Menangis-lah dia sambil meminta ampun, “Ya, Allaaaaah….Ya Allaaaaaah….Ampuni aku ya Allaaaaah….!!!” Dia berteriak dalam ketakutan yang luar biasa yang belum pernah dirasakan sebelumnya sepanjang hidupnya. Jika dia orang baik, maka muncullah 2 malaikat dengan wajah tersenyum akan mendudukkan nya & menenangkan nya, Jika dia orang buruk, maka 2 malaikat akan menambah ketakutannya dan akan menyiksanya sesuai keburukan nya. Al-Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang mati ketika orang2 sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian dirumahnya, tiba2 seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan. Setelah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkan nya, datanglah 2 Malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab. Tetapi si tampan itu berkata : ”Ia adalah sahabat karibku, dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkan nya. Jika kalian ditugaskan untuk bertanya kepadanya lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan kedalam Surga.” Lalu ia berpaling kepada sahabat nya dan berkata, “Aku adalah Al-Qur'an yang sering kamu baca jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.” Setelah para Malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang harum penuh dengan kasturi serta mempersilahkan untuk tidur nyenyak sebagaimana tidur nya pasangan pengantin. Subhanallah getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau2 Al-Quran akan menuntut kita kemudian akan menjerumuskan kita kedalam Neraka. Naudzubillah min dzaliq.....
Dalam sebuah hadist diriwayatkan :
الْقُرْانُ شَافِعٌ مُشَفَّعٌ وَمَاحِلٌّ مُصَدَّقٌ مَنْ جَعَلَهُ اَمَامَهُ قَادَهُ اِلَي الْجَنَّةِ وَمَنْ جَعَلَهُ خَلْفَهُ سَاقَهُ اِلَي لنَّار :رواه حبن ولطبران
Artinya : Al-Quran adalah penyafaat yang disafaatkan dan pelapor yang dibenarkan, maka barangsiapa yang menjadikan Al-Quran didepan nya (diutamakan) maka Al-Quran akan menuntun nya menuju Surga, dan barangsiapa yang menjadikan Al-Quran dibelakang nya (dikesampingkan) maka Al-Quran akan menjerumuskan nya kedalam Neraka.
Orang yang mati awalnya tidak menyadari bahwa dirinya telah mati. Dia merasa dirinya sedang bermimpi mati. Dia melihat dirinya ditangisi, dimandikan, dikafani, disholati hingga diturunkan ke dalam kubur. Dia merasa dirinya sedang bermimpi saat dirinya ditimbun tanah. Dia berteriak-teriak tapi tidak ada yang mendengar teriakannya. Beberapa waktu kemudian aat semua sudah pulang meninggalkannya sendirian dibawah tanah. Allah kembalikan ruhnya. Dia membuka mata, dan terbangun dari "MIMPI” buruknya. Dia senang dan bersyukur, bahwa ternyata apa yang dia alami hanyalah sebuah mimpi buruk, dan kini dia sudah bangun dari tidurnya. Kemudian dia meraba badannya yang hanya diselimuti kain sambil bertanya kaget,
“Dimana bajuku...???Kmana celanaku...???” Lalu dia meraba sekelilingnya yang berupa tanah “Dimanakh aku...??? Tempat apa ini...??? Kenapa bau tanah dan lumpur...???” Kemudian dia mulai menyadari bahwa dia ada dibawah tanah, dan sebenarnya apa yang dialaminya bukanlah mimpi...!!! Dia sadar bahwa dirinya benar-benar telah mati. Berteriak lah dia sekeras-kerasnya, memanggil orang2 terdekatnya yang dianggap bisa menyelamatkan nya namun tidak ada seorang pun yg menjawab. Dia yang selama ini lupa pada Allah-pun ingat bahwa ALLAH adalah satu2nya harapan. Menangis-lah dia sambil meminta ampun, “Ya, Allaaaaah….Ya Allaaaaaah….Ampuni aku ya Allaaaaah….!!!” Dia berteriak dalam ketakutan yang luar biasa yang belum pernah dirasakan sebelumnya sepanjang hidupnya. Jika dia orang baik, maka muncullah 2 malaikat dengan wajah tersenyum akan mendudukkan nya & menenangkan nya, Jika dia orang buruk, maka 2 malaikat akan menambah ketakutannya dan akan menyiksanya sesuai keburukan nya. Al-Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang mati ketika orang2 sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian dirumahnya, tiba2 seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan. Setelah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkan nya, datanglah 2 Malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab. Tetapi si tampan itu berkata : ”Ia adalah sahabat karibku, dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkan nya. Jika kalian ditugaskan untuk bertanya kepadanya lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan kedalam Surga.” Lalu ia berpaling kepada sahabat nya dan berkata, “Aku adalah Al-Qur'an yang sering kamu baca jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.” Setelah para Malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang harum penuh dengan kasturi serta mempersilahkan untuk tidur nyenyak sebagaimana tidur nya pasangan pengantin. Subhanallah getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau2 Al-Quran akan menuntut kita kemudian akan menjerumuskan kita kedalam Neraka. Naudzubillah min dzaliq.....
Langganan:
Postingan (Atom)



